Senin malam (26/03/2012) ada diskusi pendidikan baru di twitter,
karena memang sebelumnya saya sudah mengenal diskusi yang dimoderasi
oleh @bincangedukasi dengan tagar #TwitEdu. Kalau saya memantau di
linimasa @guraruID yang juga saya ikuti sepertinya ini adalah hal yang
baru dilakukannya. Sosial media bisa dimanfaatkan untuk berdiskusi
dengan kelebihannya. Bukti baru bahwa sosial media bisa untuk
meningkatkan pengetahuan untuk kemajuan pendidikan. Menciptakan pembelajaran yang kreatif (foto: sekolah-nusaputera.com)
Di awal diskusi #GuraruTalk ini membahas tema “Pendidikan Kreatif”
sebenarnya hal tersebut bisa meluas tidak hanya kreatif, tetapi juga
aktif, efektif, inovatif dan menyenangkan atau kepanjangan dari PAIKEM.
Sebagai narasumber di diskusi #GuraruTalk ini adalah @gurukreatif (Agus
Sampurno) yang diawali dengan pertanyaan dari @GuraruID, setidaknya ada 5
pertanyaan awal, yaitu: 1. Menurut @gurukreatif , apa sih yang dinamakan kreatifitas dalam diri seorang guru?
Kreativitas dalam diri seorang guru terbentang dari kreatif dalam
mengajar, kendalikan perilaku siswa sampai berkomunikasi dengan orang
tua siswa. Guru yang kreatif terkadang malah tidak merasa dirinya
‘kreatif’ yang ada ia dalam keseharian selalu merasa ‘haus’ untuk yang
terbaik. Cara terbaik merasakan diri kreativitas dalam diri Anda adalah
jika siswa senang, sibuk, dan fokus saat Anda mengajar. Ciri lainnya
siswa katakan “yaaaa…” saat Anda mengakhiri pembelajaran, tanda sebenarnya mereka masih enjoy belajar. Kreatif membutuhkan antusiasme & guru menempatkan diri dalam diri siswa. 2. Bagaimana seorang guru dapat menularkan kreatifitas pada siswanya tanpa keluar dari proses belajar mengajar?
Siswa bisa kreatif di kelas jika gurunya pandai memandu lewat pertanyaan-pertanyaan, bahkan jika siswa menjawab keluar dari ‘rel’. Semua siswa pada dasarnya kreatif itulah mind set guru kreatif. Semua siswa kreatif sesuai dengan gaya belajarnya, tugas guru memberikan ‘panggung’
untuk setiap tipe ‘kecerdasan’. Jika murid malah kreatif di luar
sekolah, tanda bahwa guru dan sekolah mesti berubah. Siswa kreatif itu
ribut di kelas sedangkan siswa yang ribut terus di kelas itu pertanda
karena gurunya kurang kreatif. Kelas yang baik adalah siswa di dalamnya
senang belajar, gembira berinteraksi dengan guru yang menerima ia apa
adanya. 3. Menurut @gurukreatif , apa indikasi yang bisa dipakai untuk mengukur kreatifitas guru?
Indikasi kreativitas guru adalah setiap bangun pagi hatinya senang
karena tahu hari ini mesti melakukan apa. Setiap saat di kelas adalah
waktu yang berharga, guru memulai kelas tepat waktu. Guru selalu berbaik
sangka pada siswa, panjang ‘urat sabar’nya. 4. Kreatifitas identik dengan inovasi, ataupun kebebasan. Bagaimana pendapat @gurukreatif?
Kreativitas di kelas lahir dari guru yang pandai membatasi siswanya
tanpa siswa sadar. Guru yang pandai berinovasi sudah pasti kreatif, ia
membiarkan sifat ‘bermain’ dalam dirinya. Ukuran kreatif tiap guru
berbeda, namun ukuran kreatif bagi siswa sama, ia muncul lewat senyum
dan kegairahan saat belajar. 5. Apakah @gurukreatif memiliki tips atau saran agar guru – guru menjadi lebih kreatif?
Saat ingin kreatif, seorang guru mesti sadar betul bahwa waktu adalah halangan sekaligus energi terbesar.
ok
BalasHapus